Peran SDN dalam Transformasi Bisnis E-Commerce di Indonesia

Software defined network atau biasa disingkat dengan SDN menjadi salah satu terobosan teknologi terbaik yang menguntungkan banyak sektor. Salah satu sektor yang diuntungkan berkat adanya software defined network ini adalah bisnis. Berikut ini adalah penjelasan mengenai SDN dan peran SDN dalam transformasi bisnis e-commerce di Indonesia.

Definisi

SDN merupakan suatu metode yang memisahkan control plane dan data plane. Pada jaringan tradisional, atau jaringan yang tidak menggunakan SDN, kedua fungsi tersebut ada dalam satu perangkat yang sama. Control plane menangani pengaturan perangkat jaringan dan data plane memiliki tugas untuk menangani pengiriman paket informasi.

Metode baru dalam pengelolaan jaringan ini mengubah perspektif infrastruktur jaringan konvensional. Komponen utama yang ada di dalam SDN berupa pemisahan lapisan perangkat keras dan lapisan kontrol dalam jaringan. Metode ini mengalihkan pengendalian jaringan dari perangkat keras tunggal ke perangkat lunak yang dikenal sebagai kontroler.

Administrator jaringan dapat mengontrol, mengkonfigurasi, dan memantau seluruh jaringan dengan kontroler ini. SDN menawarkan fleksibilitas yang ditingkatkan dalam mengelola dan mengatur lalu lintas jaringan. Hal ini memungkinkan penyesuaian yang cepat terhadap perubahan kebutuhan.

Selain itu, SDN mempercepat inovasi dengan memisahkan kontrol jaringan dari perangkat keras fisik. Pada intinya, untuk mencapai pengaturan jaringan yang lebih fleksibel dan efisien, SDN memanfaatkan antarmuka pemrograman terbuka dan memisahkan kontrol jaringan.

Hal ini bertujuan untuk meraih kendali yang maksimal dalam pengelolaan jaringan dengan cara yang fleksibel, adaptif, dan sentral.

Komponen Utama pada SDN

1. Lapisan Pengalihan Data (Data Plane)

Lapisan pengalihan data terdiri dari perangkat keras jaringan yang mengirimkan lalu lintas data menurut petunjuk yang diberikan oleh kontroler. Perangkat keras ini dapat mencakup switch yang memiliki kemampuan OpenFlow, yang merupakan protokol umum yang digunakan dalam SDN, atau perangkat keras jaringan lain yang mendukung SDN.

2. Antarmuka Pemrograman Aplikasi

Pengembangan dan integrasi aplikasi baru ke dalam jaringan SDN difasilitasi oleh antarmuka pemrograman aplikasi (API) SDN. Komponen dalam SDN ini memungkinkan pengembang membuat aplikasi yang berbeda yang berinteraksi dengan kontroler.

3. SDN Controller (Kontroler SDN)

Kontroler SDN (SDN Controller) adalah komponen utama dalam software defined network. Ini merupakan perangkat lunak atau perangkat keras yang bertanggung jawab untuk mengatur, mengontrol, dan mengawasi seluruh jaringan SDN. Kontroler juga bertugas mengatur alur lalu lintas dan mengirimkan instruksi ke perangkat keras jaringan.

4. Lapisan Aplikasi

Lapisan aplikasi SDN terdiri dari berbagai macam aplikasi yang dibangun di atas kontroler. Lapisan ini memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai fungsi, seperti pengelolaan kualitas layanan (QoS), analisis jaringan, keamanan, dan pemantauan lalu lintas.

5. Lapisan Informasi

Data dan informasi tentang status jaringan, topologi, dan lalu lintas disimpan di lapisan informasi. Kontroler menggunakan informasi ini untuk membuat keputusan pengelolaan jaringan yang lebih baik untuk meningkatkan performa bisnis.

6. Antarmuka Administrasi

Administrator jaringan dapat mengelola dan mengkonfigurasi jaringan SDN dengan antarmuka administrasi, yang biasanya berupa antarmuka web atau konsol. Hal ini memungkinkan terjadinya pengaturan jaringan yang lebih tinggi.

7. SDN Security (Keamanan SDN)

Komponen keamanan SDN mencakup kebijakan keamanan yang diterapkan oleh kontroler. Selain itu, komponen ini juga melaksanakan tugas pemantauan lalu lintas dan deteksi ancaman yang dapat diintegrasikan dengan aplikasi keamanan khusus.

8. Protokol Komunikasi

Communication protocol menghubungkan kontroler dengan perangkat keras jaringan. Protokol seperti OpenFlow memungkinkan kontroler untuk mengirimkan instruksi kepada perangkat keras dan memantau status jaringan.

Perbedaan Antara Jaringan Tradisional dengan Jaringan SDN

Sebelum memahami topik terkait peran SDN dalam transformasi bisnis e-commerce di Indonesia, Anda juga perlu memahami hal mendasar mengenai SDN terlebih dahulu. Hal mendasar yang perlu Anda pahami mengenai SDN adalah perbedaannya dengan jaringan tradisional. Berikut ini adalah beberapa perbedaan umum yang perlu Anda tahu.

1. Pemantauan dan Analisis

Pemantauan dan analisis pada jaringan tradisional bisa rumit dan terbatas oleh perangkat keras. Sementara itu, pada SDN, ada kemungkinan pemantauan dan analisis yang lebih mendalam dengan akses sentral ke data lalu lintas jaringan.

2. Fleksibilitas

Jaringan tradisional cenderung tidak memiliki fleksibilitas yang baik karena kaku dan sulit diubah jika diperlukan suatu perubahan dalam kebutuhan. Sementara itu, SDN dinilai sangat fleksibel karena memungkinkan adanya perubahan yang cepat dalam konfigurasi jaringan guna merespons perubahan situasi atau kebutuhan organisasi atau Perusahaan.

3. Inovasi dan Pengembangan Aplikasi

Dalam jaringan tradisional, Pembangunan dan integrasi aplikasi jaringan baru cenderung susah dan membutuhkan modifikasi pada perangkat keras. SDN mampu mendukung pengembangan aplikasi jaringan melalui API. Hal ini memungkinkan adanya inovasi yang lebih cepat dan adanya penerapan aplikasi khusus pada Perusahaan.

4. Respons Terhadap Perubahan

Respons jaringan tradisional terhadap perubahan memerlukan konfigurasi yang manual pada setiap perangkat. Hal ini tentu saja dapat memperlambat waktu respons. Sementara itu, Anda diuntungkan dengan menggunakan SDN karena responsnya terhadap perubahan dapat dilakukan dengan cepat melalui kontroler.

5. Pengaturan dan Konfigurasi

Jika Anda masih menggunakan jaringan tradisional pada Perusahaan atau organisasi yang Anda Kelola, maka Anda perlu melakukan konfigurasi perangkat keras secara manual pada setiap perangkat. Namun, jika Anda menggunakan SDN, pengaturan dan konfigurasi ini dapat dilakukan secara terpusat di kontroler. Anda dapat mengatur semua jaringan secara serentak.

SDN dan Bisnis E-Commerce di Indonesia

Dikutip dari DataIndonesia.id, data dari Statista Market Insights menggambarkan bahwa jumlah pengguna e-commerce di Indonesia mencapai 178,49 juta orang di tahun 2022. Tren pengguna e-commerce di Indonesia semakin meningkat dan jumlahnya diproyeksikan mencapai 196,74 juta pengguna hingga akhir tahun 2023.

Tren pengguna e-commerce yang terus melambung tinggi ini membuat Anda sebagai pemilik bisnis memiliki kesempatan yang lebar untuk berkembang di bisnis e-commerce.  Tren ini meningkat karena bisnis e-commerce dapat membantu pengguna untuk menemukan barang yang disukai dan diperlukannya dengan mudah.

Bisnis e-commerce di Indonesia akan semakin berkembang dengan adanya penerapan SDN dalam lingkungan perusahaan. Hal ini dikarenakan SDN memiliki beragam keunggulan yang dapat menguntungkan Anda, seperti efisiensi operasional, peningkatan skalabilitas, hingga penghematan biaya yang akan memberi dampak positif untuk bisnis e-commerce.

Selain itu, bisnis e-commerce akan merasakan efek lainnya berupa inovasi aplikasi yang terus-menerus diperlukan dalam bisnis e-commerce Indonesia. Hadirnya SDN juga dapat meningkatkan keamanan yang canggih. Bisnis e-commerce di Indonesia akan dapat memantau lalu lintas jaringan dengan lebih baik berkat adanya kontrol sentral.

Bisnis e-commerce di Indonesia dapat maju dan berkembang dengan mempercayakan penyedia layanan yang tepat. Indonet sebagai perusahaan IT terpercaya di Indonesia siap membantu Anda sesuai kebutuhan. Tim kami yang terlatih akan membantu pengelolaan SDN dalam transformasi bisnis e-commerce di Indonesia dengan maksimal.